Terjemahan Silent Separation chapter 3

Chapter 3: Near

Apa sih yang sulit bagi Hua Xian Zi untuk menjadi seorang wanita (lady)?

Ah Sheng, apakah ini yang bagus atau yang disana yang lebih bagus? Atau, bagaimana dengan ini? Hua Xian Zi sedang membandingkan pakaian di toko busana dan bertanya kepada Mo Sheng, penasihat nya, yang diseretnya  dengan menghubunginya berkali-kali di pagi hari.

Ah, yang satu ini.”

Itu yang aku pakai  hari ini.” Wajah Hua Xian Zi berubah keruh, Ah Sheng, apakah kamu sudah sadar, pagi-pagi sudah bengong dan linglung ?”

Uh ……Mo Sheng tertawa dengan rasa bersalah, cepat mengubah topik dan berkata dengan serius: Xiao Hong, pakaian bukanlah faktor yang paling penting bagi kamu untuk menjadi seorang lady“.

Lalu, apa?”

Perilaku.” Mo Sheng mencontohkan, Sebagai contoh, jika orang bertanya jenis musik apa  yang kamu suka, jangan pernah kamu bilang heavy metal rock.”

Aku tidak suka mendengarkan musik rock“. Hua Xian Zi berkata dengan gembira. Favoritku adalah Richie Ren dan Ah Niu Lang Hua Yi Duo Duo‘.”

Kali ini, Wajah Mo Sheng yang keruh. Gambar-gambar dari tiga orang dengan nyengir konyol, mengenakan celana pendek bunga, memegang gitar dan mengejar  perempuan berbikini di pantai muncul dalam benaknya. Terdengar  suara Hua Xian Xi bernyanyi dengan senangSuatu saat, gadis cantik menjadi seorang wanita tua,’ baris ini langsung mengungkapkan harapanku untuk masa depan ……

…… Jangan pernah membicarakan musik.” Mo Sheng mengatakan dengan tegas, Mungkin bicara tentang film? Bukankah kamu akan menonton film dengan dia malam ini? Hal ini juga dapat menimbulkan perasaan dan perilaku seorang lady.

Film ah? mata Hua Xian Zi menyala, Saya suka Perjalanan ke Barat A Chinese Odyssey‘, Luo Jia Ying terlihat sangat tampan, dan pidatonya sangat filosofis, terutama kalimat manusia dilahirkan dari orang tua, setan lahir dari setan‘, yang mewujudkan etika, cinta, pengobatan dan agama. Ini adalah interpretasi terbaik dari semua makhluk adalah sama……

…… Xiao Hong.” Mo Sheng mengatakan dengan berat hati, “Saya pikir, yang terbaik adalah kamu tidak mengatakan apa-apa malam ini.”

Akhirnya, Hua Xian Zi membiarkan Mo Sheng pergi, dimana waktu sudah menunjukkan pukul dua siang. Mo Sheng pulang ke rumah untuk tidur. Ketika ia terbangun, langit sudah gelap dan  melihat jam di dinding, waktu menunjukan sudah pukul 7.30.

Ia sangat lapar, tapi ketika membuka lemari es, tidak ada makanan. Mo Sheng mengambil tas dan kunci, siap untuk pergi ke supermarket.

Mo Sheng berjalan menuruni tangga, melalui taman bunga, langkah kaki nya tiba-tiba  berhenti, dan ia melihat dengan matanya.

Di seberang jalan, di bawah lampu yang remang-remang , dia berdiri di sana. Ekspresi di matanya menembus kabut malam, terpaku pada dirinya.

Yi Chen!

Dia berdiri di kejauhan, tidak buru-buru mendekatinya. Hari ini, ia mengenakan pakaian kasual, kemeja biasa dan celana, namun ia masih bisa terlihat berbeda. Di masa lalu, Mo Sheng selalu melihatnya dengan terpesona dan tidak dapat menahan diri untuk bertanya: Yi Chen, kenapa kamu selalu terlihat bagus dengan apapun yang kamu pakai ah?Sebagai jawaban, Yi Chen akan menatapnya dengan tidak senang.

Masa lalu! Masa lalu lagi! Zhao Mo Sheng, harga diri! Kamu seharusnya tidak memikirkannya lagi!

Yi Chen mematikan rokok dan berjalan ke arahnya.

Bisakah kamu menemaniku jalan-jalan?”

…… Oke.”

Mereka berjalan dalam diam untuk beberapa saat, namun Yi Chen sepertinya tidak berniat untuk mengatakan apa-apa. Dengan demikian, Mo Sheng tidak dapat menahan diri untuk bertanya: Ke mana kita akan pergi?

Kita telah tiba.”

Halte bus? Mereka akan naik bus?

Apakah kamu memiliki koin?”

Ya, aku punya.” Mo Sheng mengambil beberapa koin dari dalam dompetnya dan memperlihatkan di telapak tangannya.

Aku minta satu.Yi Chen mengambil koin dari tangannya, jari-jarinya tidak sengaja menyentuh telapak tangannya.

Mo Sheng tertegun dan cepat menyembunyikan tangannya, tapi Yi Chen tampak tidak merasakan apa-apa. Yi Chen berdiri di sampingnya, melihat kedatangan bus.

Naik ke atas bus ah.”

Mo Sheng tidak punya waktu untuk bertanya apa-apa jadi hanya mengikuti Yi Chen naik ke bus. Tentu saja, bus umum sangat ramai pada hari Sabtu sehingga mereka terpisah dua atau tiga orang di antara mereka. Mo Sheng sulit bernapas dan bergerak. Bus berhenti setelah delapan atau sembilan pemberhentian. Tiba-tiba, Yi Chen mengulurkan tangannya dan menarik Mo Sheng keluar dari bus. Kemudian setelah turun dari bus, Yi Chen segera melepas tangannya dan berjalan sendirian di depan.

Mo Sheng melihat  pemandangan asing di sekelilingnya, dikelilingi dengan gedung-gedung tinggi, “Ini dimana ?”

Yi Chen berhenti berjalan dan berbalik. Apakah kamu tidak mengenalinya?”

Haruskah Mo Sheng tahu? Sebuah kota yang begitu besar, dan ia tidak pernah ke semua tempat ah. Tapi mengapa Yi Chen terlihat begitu kesal seolah-olah ia telah melakukan kejahatan keji?

Melihat ekspresinya yang tampak bingung, emosi yang ditunjukkan di mata Yi Chen secara perlahan memudar.

Lupakan saja!”

Yi Chen dengan dingin mengatakan dua kata, dengan cepat berbalik dan mempercepat langkahnya.

Mo Sheng tidak mengetahui alasannya, sampai gerbang universitas yang kuno muncul di depan matanya.

Ini, sebenarnya  Universitas C?

Jadi jalan ini, ia memandang jalan ramai yang baru saja dilewatinya beberapa saat yang lalu dengan terkejut, jadi itu jalan Lao Bei?

Jalan Lao Bei di mana Yi Chen dengannya telah berjalan berkali-kali di masa lalu?

Bagaimana bisa!

Di mana pasar malam yang ramai? Bagaimana dengan para penjaja makanan yang berteriak? Pergi kemana berbagai macam warung makanan murah dan lezat di kedua sisi jalan itu ?

Setelah kembali dari luar negeri, kamu belum datang ke sini untuk melihat?” Suasana hati Yi Chen menjadi lebih tenang, dan ia bertanya dengan suara lembut.

Tidak, aku ……bukannya aku tidak mau datang, tapi …… terlalu sibuk dengan pekerjaan.” Dia bergumam karena alasan seperti itu, bahkan kepada dirinya sendiri, merasa konyol.

Yi Chen meliriknya dan berkata lembut: Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, aku mengerti

Apa yang Yi Chen mengerti? Ia tidak mengerti.

Mereka berjalan ke  University C, berusia lebih dari seratus tahun, universitas ini tidak banyak berubah. Mo Sheng terpesona dan merasa seperti sedang berjalan di sebuah mimpi masa lalu. Pohon-pohon besar, asrama mereka yang tampak agak tua, para siswa tertawa yang berjalan melewatinya …… semacam perasaan melankolis dan sedih mendesak di dadanya. Ia telah pergi begitu lama, apakah mungkin untuk merebut kembali apa yang telah hilang?

Hei” Mo Sheng menunjuk sebuah toko kelontong kecil di sudut jalan, Toko ini masih di sini. Aku ingin tahu apakah toko tersebut masih dijalankan oleh pasangan tua.

Tidak.” Kata Yi Chen, Toko itu telah berubah pemiliknya bahkan sebelum aku lulus.”

Oh.” Jawab Mo Sheng lembut, menengadah sambil tersenyum dan berkata, Aku akan kesana dan membeli sesuatu untuk makan karena aku kelaparan.”

Pemilik baru dari toko kecil adalah seorang wanita muda. Sambil merawat anaknya, dia melayani mereka. Mo Sheng membeli roti dan sekaleng Coke. Yi Chen juga membeli sekaleng bir dan membayar semuanya. Mo Sheng ingat dulu mereka sering berargumen siapa yang harus membayar. Pada saat itu, ia masih terlalu muda untuk mengetahui tentang kebanggaan  dan martabat seorang pria. Bersamanya, Yi Chen pasti sangat lelah ah!

Kapan kamu mulai minum?” Awalnya, Mo Sheng hanya ingin bertanya saja, tetapi setelah mengatakan hal itu, ia teringat  ciuman intens  dengan bau alkohol tadi malam sehingga Mo Sheng dengan gelisah menunduk untuk menghindari memandangnya.

Beberapa tahun terakhir ini.” Yi Chen diam untuk waktu yang lama, lalu berkata acuh tak acuh.

Ya ah, beberapa tahun terakhir ini.

Ayo kita cari tempat untuk duduk la.”

Pada pukul 8 lebih, lapangan masih penuh dengan orang-orang yang berolahraga, mahasiswa sebagian besar masih muda, tapi ada juga beberapa profesor tua  berjalan-jalan keliling.

Mereka duduk di sisi samping lapangan, dan Mo Sheng tersenyum berkata: Aku punya kenangan yang paling menyakitkan di lapangan ini

Yi Chen memberikan sedikit senyumnya yang langka. Delapan ratus meter.”

Ya ah.” Mo Sheng mengaku malu, hasil terbaikku di delapan ratus meter adalah empat menit dan sepuluh detik. Aku masih ingat pada waktu itu kamu bilang dengan tidak percaya ……

Tiba-tiba, Yi Chen berhenti untuk menatap dan bertanya, Apa yang kamu katakan?”

Kau bilang: Zhao Mo Sheng, kamu lari  begitu lambat, bagaimana kamu bisa mendapatkanku (menangkapku)?”

…… Hei, bukankah itu Profesor Zhou dari fakultasmu?” Mo Sheng menunjuk orang tua yang sedang berjalan-jalan di dekatnya.

Yi Chen berbalik untuk melihat, menganggukkan kepalanya dan berdiri, Aku akan pergi dan menyapa.”

Mo Sheng mengawasinya berjalan. Ketika Profesor Zhou melihat Yi Chen, dia tampak sangat senang, mengatakan beberapa kata kepadanya dan menepuk bahu.

Rambut profesor tua ini semakin kurang dan kurang la!

Bagaimana Mo Sheng bisa kenal dengan profesor terkenal di Fakultas Hukum, itu adalah karena hubungannya dengan Yi Chen.

Saat itu, Yi Chen sedang sibuk dengan universitas dan bekerja les sehingga bahkan sebagai pacarnya, ia juga tidak bisa sering menemuinya. Dalam rangka untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya, ketika ia tidak memiliki pelajaran, ia akan menghadiri kelas Yi Chen. Dari awal sampai akhir, ia menghadiri kuliah hukum pidana Profesor Zhou ini untuk seluruh semester. Namun, bahkan sekarang ia masih belum jelas tentang prinsip-prinsip paling dasar dari praduga tak bersalah” dalam hukum pidana. Tidak seperti Yi Chen, yang diseret olehnya untuk menghadiri hanya beberapa kelas advanced matematika nya , namun bisa mengajarinya untuk ujian akhir semester ini.

Ia tidak tahu apa yang dikatakan Yi Chen, namun Profesor Zhou tiba-tiba melihat ke arahnya dan tersenyum mengangguk sebagai salam sebelum berjalan pergi.

Ketika Yi Chen kembali, Mo Sheng penasaran bertanya: Apa yang kau katakan padanya?”

Aku bilang aku datang dengan seorang teman untuk melihat-lihat.Yi Chen meliriknya aneh, Profesor Zhou masih bisa mengingatmu.”

Benar-benar?” Mo Sheng bergumam: Aku mungkin meninggalkan kesan yang mendalam pada dirinya.”

Dia adalah lelucon di kelas  profesor ini sebelumnya.

Selama kelas, Profesor Zhou tidak pernah melihat buku kehadiran sehingga ia hanya menunjuk secara acak ketika menunjuk orang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Sekali, Mo Sheng sayangnya ditunjuknya. Ia masih bisa ingat pertanyaannya adalah “Menurut Anda, bagaimana seharusnya A, B, C dan D, empat orang, dihukum?”

Ia bingungberpikir empat orangkejahatan apa yang mereka lakukan, bagaimana seharusnya mereka dihukum? Ia tidak mendengarkan kuliah profesor. Putus asa, ia menarik kemeja Yi Chen di bawah meja untuk membantu, tapi dia menjawab dengan kasar: Aku tidak mendengar apa-apa.

Oh! Ya, mereka baru saja bertengkar  jadi Yi Chen masih marah padanya. Tapi melihat bahwa ia sedang sekarat juga tidak menyelamatkannya, ia sangat picik laa.

Sebagai hasil dari kecemasan, dia benar-benar mengatakan: Masukkan semua ke penjara.”

Setelah beberapa detik hening seluruh kelas, semua orang tertawa terbahak-bahak. Orang-orang di depan berteriak: Profesor, dia tidak dari fakultas kami.”

Oh” Profesor Zhou tersentuh dan berkata: Mahasiswa, apakah kamu sangat tertarik dengan hukum pidana yang saya ajarkan? 

Para siswa tertawa lagi dan berteriak gaduh: Profesor, dia ikut pacarnya kesini!

Orang tua itu sangat berpikiran terbuka sehingga ia menanyakan dengan penuh perhatian: Siapa pacarnya?” Nada suaranya geli.

Yi Chen berserah diri pada nasib dan berdiri, merasa dipermalukan. “Aku.”

Tentu, Profesor Zhou tahu He Yi Chen. Oleh karena itu, orang tua ini dengan rasa humor dan sungguh-sungguh berkata kepadanya: Mahasiswa, pendidikan keluarga  sangat penting, hanya satu orang yang berpendidikan tidak cukup. Ini tidak akan baik jika pacar seorang mahasiswa berbakat di Fakultas Hukum tidak tahu apa-apa tentang hukum, kan? Hal ini juga agak memalukan bagi kita pengacara, ah.

Mo Sheng masih ingat suara tawa yang pecah di kelas pada saat itu.

Yi Chen tertawa: Memang, kesan yang mendalam.”

Mo Sheng menatapnya, itu dia benar-benar tertawa? Akhirnya, Yi Chen tidak lagi memasang muka dingin dan memperlakukannya seperti orang asing?

Nah ……Mo Sheng tiba-tiba berbalik untuk menyembunyikan emosinya, tidak lagi melihat Yi Chen dan berkata: Siapa suruh melihatku dalam kesulitan namun tidak melakukan apa pun

Dia masih membawa dendam pada kejadian ini? Perasaan Yi Chen campur aduk dan diam. Ia benar-benar tidak mendengar apa-apa ah. Ia pikir dia adalah orang yang tenang dan rasional ke titik di mana ia bisa  perang dingin dengan dia dan masih berkonsentrasi pada kuliah?

Jika ia bisa tenang dan cukup rasional, ia tidak akan berdiri di sini bersamanya sekarang.

Yi Chen murung mendesah, Ini sudah malam, aku akan mengantarmu pulang.”

Mereka masih naik bus. Ketika mereka sampai di bawah rumah Mo Sheng, dia berhenti berjalan dan berkata: “Aku pulang

Ya.” Dia juga berhenti berjalan.

“Lalu, selamat tinggal.”

Selamat tinggal.”

Mo Sheng melangkah dua langkah sebelum kembali. Yi Chen masih berdiri di bawah lampu jalan. Kamu?”

Matanya  menatap jauh melewatinya, seolah-olah ia ingin mengatakan sesuatu tapi tidak. Keduanya diam. Dia berhenti untuk waktu yang lama sebelum berkata: . Aku minta maaf kemarin

…… Tidak apa-apa.” Mo Sheng merasa agak tidak nyaman dan gelisah berkata, Kamu mabuk kemarin.”

Benarkah?” Yi Chen berhenti sebelum melanjutkan, suaranya sedikit mengejek. Tiba-tiba, ia menundukkan kepala, dan bibir dinginnya menyentuh bibirnya sesaat. Dia menatapnya dengan matanya yang dalam dan membingungkan dan berbisik: Mo Sheng, aku selalu sadar.

Selalu?

Itu benar, dia selalu sadar, melihat dirinya tenggelam.

Kamu tampak terganggu hari ini.” Ketika mereka sedang mendiskusikan kasus yang sulit, Xiang Heng tiba-tiba berseru.

Yi Chen dengan tenang mengangkat matanya untuk melihatnya: Saya pikir proposal saya cukup baik.”

Hal ini sangat baik.” Tidak hanya cukup baik, lebih seperti bagus sekali, Tapi kamu tetap terlihat terganggu.”

Oke.” Yi Chen meletakkan pena di tangannya, Apa yang ingin kamu tanyakan?”

Xiang Heng mulai tertawa jarang melihat Yi Chen kehilangan ketenangannya seperti ini, Junior kita, Zhao telah kembali?”

Yi Chen mengangkat alisnya. Bagaimana kamu tahu?” Apakah ia telah bertindak begitu jelas? Wajah Yi Chen tersipu sedikit kemudian memucat.

Hari itu, aku melihatnya turun.” Xiang Heng memecahkan keraguannya, Dia tampaknya …… telah banyak berubah.”

Ya, banyak. Yi Chen berhenti bicara.

Pada saat ini, Lao Yuan membuka pintu dan berteriak: Hei, orang-orang dari Lian Dia mentraktir kita malam ini kamu berdua harus ikut dengan saya

Lian He Law Firm dan Yuan Xiang Dia adalah dua dari empat besar firma hukum di kota A. Meskipun mereka berlawanan satu sama lain dengan kekerasan yang sama di pengadilan, mereka masih memiliki hubungan cukup baik secara pribadi. Kali ini, Lao Yuan membantu mereka sedikit sehingga mereka mengatur perjamuan di De Yue Lou sebagai cara untuk berterima kasih padanya.

Sebenarnya, orang-orang dari Lian He benar-benar memiliki niat buruk. Siapa yang tidak tahu mawar dari Lian He, Pi Li, sangat tertarik pada He Yi Chen dari Yuan Xiang He? Dengan mempertemukan mereka bersama-sama, itu jelas mereka ingin melihat pertunjukan yang bagus. Xu Pi Li ahli di bidang serangan sedangkan pertahanan Yi Chen telah selalu kedap air. Dengan demikian, seseorang dapat menyimpulkan makan malam ini pasti akan menjadi sangat hidup dan menarik. Lao Yuan sudah mulai tidak sabar menunggunya.

De Yue Lou terletak di bagian paling ramai dari kota. Ketika hari mulai gelap, kota menyala dikelilingi lampu terang. Setelah tiga putaran minuman, Lao Yuan dan beberapa pengacara dari Lian He yang sangat ahli dalam berbicara besar, membuat lelucon dan ramai, mulai membuat gaduh. Xiang Heng duduk di jendela. Sementara mendengarkan mereka mengobrol santai dengan telinganya, matanya tidak sadar melirik keluar jendela.

Lampu neon menerangi kota pada malam hari. Di jalan yang lebar, tempat sibuk dengan aktivitas dan orang-orang lalu lalang seperti air mengalir.

Tunggu, itu ……

Lao Xiang, kamu tidak berbicara jadi apa yang kamu lihat?Pengacara Li menoleh dan mengikuti garis penglihatannya untuk melihat ke bawah. Di sisi berlawanan dari jalan utama, ada seorang wanita yang memegang kamera di tangannya mengambil gambar. Rambutnya tidak panjang maupun pendek, dan ia mengenakan kemeja biru dan celana jins longgar ringan. Ada 2 kamera lebih di lehernya.

Apakah dia tipe yang kamu suka?” Pengacara Li tertarik untuk mengetahui dan bertanya. Dia tidak bisa melihat wajahnya, tapi ia tampak seperti mahasiswa.

Itu bukan tipeku,” jawab Xiang Heng, tapi matanya beralih ke arah Yi Chen dan Pi Li. Pi Li duduk dekat dengan Yi Chen dan membisikkan sesuatu, tidak yakin apa jawaban Yi Chen, tapi dia menutup mulutnya menyembunyikan senyum, matanya tidak pernah meninggalkan Yi Chen.

Jika dia bisa ikut …… itu bisa menyenangkan la!” Xiang Heng berpikir tiba-tiba.

Yi Chen.” Xiang Heng mencoba menarik perhatiannya, lalu menunjuk ke luar jendela.

Tidak hanya He Yi Chen, tapi semua orang juga melihat keluar jendela.

Apa itu?” Tanya seseorang.

Dengan hanya satu lirikan, Yi Chen melihat Zhao Mo Sheng, yang mengambil sudut kamera di keramaian. Dia meletakkan gelas anggur segera. Aku akan keluar sebentar.”

Kecuali Xiang Heng yang cool dan composed, sisa orang-orang berbaris melawan jendela. Sosok tinggi He Yi Chen cepat menyeberang jalan dan berhenti beberapa langkah di belakang seorang wanita asing, tapi ia hanya diam-diam melihat dan tidak mengganggunya. Wanita itu tampaknya tidak menyadari kehadirannya sampai ia berbalik setelah mengambil beberapa gambar AhSayang sekali! Mereka hanya bisa memandang punggungnya sehingga mereka tidak bisa melihat ekspresi wajahnya. Kemudian keduanya mengatakan beberapa kata.

Kemudian ……

Rahang semua orang hampir jatuh He Yi Chen! Dia, dia, dia ……

Dia benar-benar dengan tegas meraih tangannya?

He Yi Chen! The He Yi Chen yang selalu dingin terhadap perempuan secara mengejutkan mengambil tindakan drastis seperti itu, bagaimana bisa itu!

Semua orang juga diam-diam paham dan sangat penuh simpati melihat satu-satunya wanita ini, wanita cantik Xu yang wajahnya berubah suram.

Mereka berpikir He Yi Chen memperlakukan perempuan dengan dingin karena kepribadian dingin dan terpisah-nya. Namun, tampaknya  jika diperlukan, ia dapat bertindak dengan intens seperti orang lain.

Ini benar-benar pukulan terhadap harga diri perempuan !

Meskipun selalu terganggu oleh lidah tajam Xu Pi Li, tetapi mereka semua masih berasal dari perusahaan yang sama sehingga mau tidak mau akan ada rasa persahabatan. Seorang pengacara Zhang yang gemuk membuat pertanyaan rahasia tentang musuh. Lao Xiang, siapa dia?”

Ekspresi xiang Heng agak misterius, Kenapa kau bertanya padaku? Kau harus bertanya pada Yi Chen.

Pengacara Zhang dengan sopan menolak, Aku tidak berani mengandalkan dapat informasi dari mulut He Yi Chen.”

Xiang Heng tersenyum dan berkata: Jasnya masih di sini jadi dia akan  datang kembali untuk mengambilnya .

Sesaat kemudian, Yi Chen benar-benar datang kembali dan dengan perasaan bersalah mengatakan: Lao Li, aku ada urusan jadi aku harus pergi dulu.” Lao Li dianggap sebagai tuan rumah makan malam hari ini.

Sebelum Lao Li bisa mengatakan apa-apa, Xiang Heng mengatakan sesuatu lebih dahulu : Kamu pergi seperti ini tiba-tiba dan tidak memberikan muka kepada tuan rumah jadi mengapa tidak meminta Zhao Mo Sheng untuk datang dan bergabung dengan kita karena aku belum bertemu dia selama beberapa tahun . Dia berbalik dan bertanya Lao Li:”? Apakah kamu keberatan dapat tambahan orang 

Lao Li mengangguk kepalanya berulang kali: Bisa membawa anggota keluarga, bisa membawa anggota keluarga.”

Yi Chen merenung.

Xu Pi Li mengatakan dengan sedikit marah: Pengacara He memiliki pacar tapi mengapa dirahasiakan, apa begitu memalukan ah?”

Mo Sheng masih bodoh dalam keadaan linglung di trotoar di sisi lain jalan, berpikir tentang apa jenis hubungan Yi Chen dan dia memiliki karena mereka tidak seperti teman-teman, namun mereka juga tidak seperti kekasih …… Sebelum bisa menentukan, telepon berdering. Ketika diangkat, itu Yi Chen.

Aku tidak bisa pergi ……

Oh, bagus, Mo Sheng merasa lega.

…… Kau datang la!”

Dia menutup telepon. Mo Sheng bahkan tidak memiliki kesempatan untuk membicarakannya dengan dia. Dia melihat De Yue Lou seberang jalan, merapikan barang-barangnya dan menyeberangi jalan.

Yi Chen menunggunya di depan pintu. Mo Sheng ragu-ragu dan berkata: ? Apakah tidak apa-apa untuk datang ah

Yi Chen bertindak dingin: Tidak apa-apa, hanya beberapa rekan-rekan.”

Namun, ia harus muncul dalam kapasitas apa ah?

Dia menelan kembali kalimat itu. Hari-hari ini, Yi Chen sesekali mencari, tapi juga akan sengaja menjaga jarak. Namun, kontak tersebut telah membuatnya gelisah.

Seharusnya tidak seperti ini, ia harus menjauh dari dia ……

Ketika mereka semakin dekat, bahwa sekelompok orang dengan tidak sopan mengukur Mo Sheng dari atas sampai ke bawah. Dia tampak cukup bagus dan pakaiannya sangat santai tapi rambut agak pendek dan tidak memiliki sedikit pesona. Bandingkan dengan wanita-wanita di sekitar Yi Chen, dia adalah rata-rata.

Xiang Heng adalah yang pertama untuk menyambutnya.

Zhao Mo Sheng, mengapa pulang ke rumah begitu cepat?” Senyumnya dan kata-kata lembut benar-benar sedikit berduri, “Saya pikir kamu ingin membuat Yi Chen susah payah menjaga gua dingin selama 18 tahun.” (Mengacu pada Yang Guo menunggu little Dragon gadis di Return of the Condor Heroes)

Memang, keris tersembunyi di balik senyum, jarum tersembunyi dalam benang sutra (cara yang ramah dengan niat munafik). Apa lagi yang bisa Mo Sheng katakan kalau bukan fase stereotip dan berulang, Xiang Senior, lama tidak bertemu.”

Saya tidak berani menerima disebut senior, tapi waktu yang sangat lama.” Xiang Heng tersenyum namun tidak tersenyum.

Yi Chen memberikan pengenalan singkat. Mo Sheng baru saja duduk, tapi pengacara wanita cantik yang sudah dengan tidak sopan melepaskan tembakan ke arahnya.

“Miss Zhao, aku mendengar He Yi Chen terkenal karena sulit untuk mendapatkannya jadi  metode apa yang kamu gunakan untuk mendapatkan dia ke tanganmu?”

Tidak desas-desus, tapi pengalaman sendiri la. Orang-orang di meja makan berubah diam.

Setelah mendengar itu, Xiang Heng hampir meludahkan tehnya, ini Xu Pi Li!

Sebenarnya, dia tidak jahat, hanya terbiasa terus terang. Hal ini karena dia sering bergabung dengan sekelompok pria sehingga dia berbicara dengan cara tersebut. Karena ia bahkan berani memarahi hakim di pengadilan sebagai kualitas yang buruk dan tidak memiliki akal sehat, jangan berharap dia menjadi ringan dan bijaksana. Hari ini, jenis pertanyaan seperti ini dapat dianggap sopan. Hanya, Zhao Mo Sheng yang tidak pernah menghadapi pertanyaan seperti ini sehingga merasa tidak nyaman.

Xiang Heng akan berbicara untuk membantu, tapi melihat He Yi Chen tampak acuh tak acuh seperti penonton sehingga ia tidak bisa ikut campur. Pacar orang lain, orang lain juga tidak merasa tertekan jadi mengapa ia harus usil mencampuri urusan orang lain?

Mo Sheng tertegun, sebelum dengan cepat menenangkan diri. Melihat semua orang tidak berbicara, ia tidak bisa menahan perasaan menyesal karena ia pikir kehadirannya merusak suasana. Bagaimana ia tahu orang-orang ini murni ingin melihat pertunjukan, menunggu gembira dengan napas tertahan ……

Namun demikian, ia setengah bercanda mengatakan:

Sebenarnya, Yi Chen sangat mudah untuk dikejaria menyimpulkan pengalaman sebelumnya, Titik pentingnya adalah kamu harus memiliki kulit tebal untuk  tanpa malu-malu mengganggu dia. Pertama coba menangis, kemudian coba berteriak dan terakhir ancam akan bunuh diri, dijaminan dia akan angkat tangan menyerah.

Semua orang manatap tak percaya pada Yi Chen. Pengacara besar He benar-benar menyukai gaya seperti ini?

Xu Pi Li mencela melotot padanya: Apakah kamu tidak merasa bahwa dengan melakukan itu, kamu tidak punya martabat sebagai perempuan?”

Uh …… Pada saat itu, aku tidak berpikir sejauh itu.” Mo Sheng tersenyum.

Orang yang berhasil kamu dapatkan dengan cara tak tahu malu seperti itu, seberapa dalam perasaan yang ia miliki untuk kamu? Tanpa pemahaman spiritual, ia pasti akan bosan denganmu pada suatu hari, kemudian meninggalkanmuXu Pi Li agresif.

Ah!” Lao Yuan, yang belum berbicara tiba-tiba berseru, memotong serangan Xu Pi Li. Dia menatap penuh semangat kepada Mo Sheng, Aku ingat sekarang, kamu adalah wanita yang mencampakkan Yi Chen untuk pergi ke Amerika, kan?

Ah ?! Kecuali Xiang Heng dan Yi Chenorang-orang memandang Zhao Mo Sheng percaya. Dia mencampakkan He Yi Chen?

Mo Sheng juga tercengang. Dia mencampakkan Yi Chen? Apa? Mengapa mengatakan sesuatu seperti itu? Tapi juga, mengapa ekspresi di mata orang besar tinggi dan kokoh ini tampak seperti …… memuja?

Tidak, aku tidak ……

Kau masih mau menyangkal?” Lao Yuan mengadopsi taktik memutar.

Kau pernah ke Amerika?”

…… Ya.”

Apakah kau adalah pacar sebelumnya?”

…… Ya.”

Itu dia.” Cakar Lao Yuan yang seperti beruang memukul keras di atas meja kayu. Bukti jelas. Bersalah seperti yang dituduhkan!

Mo Sheng kaget. Mengapa semua pengacara sekarang ini menganggap kehidupan manusia tidak penting ?

Dia hendak menjelaskan, tapi ditarik oleh Yi Chen. Permisi, kita akan pergi dulu.”

Tidak ada yang menghentikan mereka, tapi mereka hanya menatap dan menyaksikan mereka berjalan pergi.

Setelah mereka meninggalkan De Yue Lou,di luar angin dingin bertiup dan akhirnya pikirannya yang bingung mulai dapat berpikir jernih. Melihat orang yang berjalan di depan, ia tidak dapat menahan diri bertanya: Yi Chen, mengapa kau tidak mengatakan sesuatu?

Apa yang harus kukatakan?”

Mereka tampaknya berpikir …… aku memutuskanmu, tapi jelas itu tidak terjadi. Mengapa kamu tidak menjelaskan? Bagaimana mungkin He Yi Chen yang agung dan angkuh mentolerir kesalahpahaman seperti itu!

Bagaimana menjelaskan?” Yi Chen berhenti berjalan. Pada saat itu, di bawah lampu jalan suram, ia pikir pria arogan ini tampak begitu kesepian. Suara serak nya terdengar sangat jelas pada malam yang berangin, Bahkan aku berpikir seperti itu juga.”

original: hui3r chapter 3 Silent Separation

Note:

wuhuu…. yes, it has been waiting in my draft for over a year and i didn’t even realized it until i took a peep to my previous translations. Forgive me for my lazyness because translation can take a lot of time. I came back because i miss Silent Separation. sometime i just read it and can’t put it down. ;P

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s