silent separation chapter 1.2 (Indonesian)

IMG_3074

yeaaa… chapter 1.1 was well received from my friends and they wanted to read again in bahasa. so I’m very excited to give them Yi Chen’s virus right away. Qeqeqe. …. I’m translating it from chapter 1.2 in english in here (translated by lidge & peanuts).  thank you, guys…

Chapter 1.2 Reuni (translated by meyza)

Setelah sesi foto, Xiao Xiao melambaikan tangannya. “Kami akan berhenti di sini untuk hari ini.”

“Tapi Xiao Xiao, ada lagi ……” kata Agennya dengan semangat.

“Berhenti di sini.” Xiao Xiao berkata tegas, lalu berbalik untuk berbicara dengan Mo Sheng, “Kami akan pergi untuk minum kopi.”

“Untuk reuni ini yang sudah lama ditunggu, kita harusnya pergi untuk minum, tapi sayangnya baru-baru ini, ada sesuatu yang salah dengan perutku jadi tidak ada pilihan selain minum kopi.”

“Eh, secangkir kopi juga bagus, atau kamu harusnya minum susu.” Mo Sheng tidak tahu harus berkata apa. Ada terlalu banyak hal yang ia ingin tanyakan tapi tidak tahu harus mulai dari mana.

“Kesehatan sangat penting sehingga diet harus dilakukan dengan moderasi.” Mo Sheng mencoba mencari topik yang netral.

“Aku tidak pernah melakukan diet.” Xiao Xiao tersenyum tipis. “Aku seorang pecandu alkohol.”

“Shao Mei!” Mo Sheng terkejut dengan perlakuan temannya pada tubuhnya sendiri. Ia dengan cemas mengulurkan tangan untuk mengambil tangannya. Mengapa Shao Mei menjadi seperti ini?

Xiao Xiao refleks menjauhkan tangannya, Mo Sheng tertegun, suasana berubah canggung dan sepi.

“Kau banyak berubah.”  Mo Sheng berkata lembut, setelah beberapa saat.

“Ya, kamu masih ingat inceran aku waktu masih jadi mahasiswa baru?” dengan dingin Xiao Xiao berbicara tentang ceritanya sendiri. “Suatu hari, aku bilang aku menyukainya, dia menerima, tapi dia tidak mencintaiku. Setelah itu, Shao Mei mati, aku yang sekarang adalah Xiao Xiao. “

Kata-kata Xiao Xiao itu seperti terpatri ke dalam jantung. Mo Sheng merasa tertekan dan tidak dapat bertanya apa pun.

Setelah beberapa saat, Xiao Xiao dengan dingin mengejek: “Kamu tidak berubah banyak, masih munafik menampilkan kasih sayang yang tidak tulus. Kenapa kamu bersedia untuk datang kembali dari gemerlapnya Amerika Serikat ah? “

Kata-katanya bagaimanapun menyakitkan Mo Sheng, tapi setelah dipikir bagaimanapun juga, ia yang pertama salah. Tahun itu, ia pergi tanpa sepatah kata pun dan tidak berhubungan selama tujuh tahun sehingga ia adalah orang yang tidak menghargai persahabatan mereka. “Pada waktu itu, aku pergi terburu-buru ……”

“Kamu ngga perlu mengatakan itu ke aku” Xiao Xiao memotongnya. “kamu harusnya mengatakan itu ke He Yi Chen.”

He Yi Chen? Kenapa dia disebut-sebut? Mo Sheng ingat hari itu ia dan Yi Mei berperilaku seperti pasangan di supermarket: “Aku pikir dia tidak peduli ……”

“Tidak peduli? Apa kamu pikir semua orang seperti kamu,yang tidak berperasaan dan tak punya hati? “Suara Xiao Xiao menjadi gelisah,” Beberapa hari pertama waktu kamu hilang, dia cari kamu sampai dia hampir gila. Kemudian, ia hanya menunggu sepanjang hari di lantai bawah asrama, tapi apa yang dia dapatkan pada akhirnya? “Mata Xiao Xiao dengan dingin menuduhnya. “Beberapa orang datang dan mengambil semua barang-barang kamu pergi. Kemudian, mereka mengatakan kepada dia dan kami bahwa kamu telah pergi ke Amerika Serikat dan mungkin tidak pernah kembali. “

“Mo Sheng, kamu benar-benar kejam.” Xiao Xiao berhenti dan berkata, “Aku tidak akan pernah melupakan cara dia memandang waktu itu, seperti orang yang jatuh dari tebing, wajahnya gelap dan kosong, sangat putus asa sampai orang-orang tidak tahan untuk melihat. Dia adalah orang yang bangga (menjaga harga dirinya) tapi untuk benar-benar terlihat seperti itu …… “

Mo Sheng mendengarkan sampai ia bingung. Apakah itu benar-benar terjadi?

“Mungkin dia merasa bersalah ……”

“Zhao Mo Sheng, orang yang meninggalkan dia untuk pergi ke Amerika Serikat adalah kamu jadi yang punya perasaan bersalah harusnya kamu.”

“Shao Mei, kamu tidak mengerti ……”

“Aku memiliki mata untuk melihat.”

Mo Sheng berhenti bicara. Semua orang berpikir bahwa ia adalah orang yang meninggalkan Yi Chen. Itu jelas tidak benar! “

Jelas, Yi Chen adalah orang yang mengatakan …… dia bilang dia tidak ingin melihatnya lagi. Dia mengatakan dia lebih suka dia tidak pernah mengenalnya. Dia memintanya untuk pergi jauh-jauh lebih baik ……

Jelas, itu dia!

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Xiao Xiao, Mo Sheng berjalan di jalanan di awal musim panas, kata-kata Xiao Xiao masih terngiang di telinganya.

“Dia selalu single …… He Yi Mei? Bukankah dia adiknya? “

Secara mengejutkan ternyata mereka tidak bersama? Lalu kenapa ia pergi waktu itu?

Lalu, mengapa Yi Chen mengucapkan kata-kata itu?

Ia buka telapak tangannya, selembar kertas dengan alamat ‘Yuan Xiang He Law Firm’ ada di telapak tangannya.

Xiao Xiao mengatakan: “Mungkin kamu perlu ini.”


Ia tidak secara khusus datang ke sini, tapi ia hanya lewat. Sebelum ia tahu itu, ia sudah berdiri di ‘Yuan Xiang He Law Firm’.

Resepsionis tersenyum meminta maaf: “Pengacara He sedang tidak berada di kantor. Apakah Anda memiliki janji? “

Mo Sheng tidak jelas apakah ia merasa kecewa atau lega. “Tidak”

“Apakah Anda punya sesuatu yang penting? Saya dapat membantu Anda untuk menyampaikan kepadanya atau …… ” Resepsionis melihat jam di dinding,” anda bisa menunggu karena pengacara He harusnya segera kembali. “

“Oh, tidak perlu, saya akan datang lagi.” Mo Sheng berjalan pergi lalu berbalik kembali. “Ini adalah dompet pengacara He . Tolong bantu saya untuk mengembalikan kepadanya, terima kasih. “

Sebuah hasil yang tidak begitu buruk!

Karena takdir itu dangkal, tak heran cinta itu tidak dalam.


“Ah Sheng, apa yang berbeda ketika kamu bekerja di luar negeri dibandingkan dengan bekerja di Cina?” Sudah hampir waktunya untuk pulang sehingga para pekerja tidak memiliki motivasi untuk bekerja, saat ngobrol seorang rekan tiba-tiba menanyakan hal ini.

“Uh.” Mo Sheng memandang sekeliling dan melihat bos tidak ada, “Gaji di luar negeri jauh lebih tinggi.”

“Memalukan!” Para rekan yang berpikir anggur yang asam, segera menyatakan kebencian mereka.

“Apa kamu mengalami diskriminasi di sana?”

“sedikit lah.”

“Tidak perlu diperhatikan. Orang Hong Kong juga memandang rendah orang-orang dari daratan! “Da Bao, yang baru saja kembali dari Hong Kong, sangat merasakan itu.

“Ketika kamu secara pribadi mengalaminya, maka kamu tidak akan mampu untuk mengabaikan hal itu dengan mudah. Suatu saat di depan semua rekan-rekan, mantan bos aku mengatakan bahwa China tidak memiliki seniman otentik. Ketika aku mendengar itu, aku marah. Aku tidak pernah begitu merasa begitu Cina sehingga aku langsung menunjuk hidung orang tua itu dan berkata “Apa yang Anda ketahui tentang seni orang Cina?”. Ketika kita orang-orang Cina sedang berlatih seni, siapa yang tahu di mana Anda, orang Amerika sedang berkeliaran. “

“Begitulah cara melakukannya! Sangat ganas! “Para rekan terus bertepuk tangan, memuji dia terus menerus dan kemudian bersama-sama bertanya:” Kemudian, apa alasan yang digunakan untuk memecat kamu “?

“……” Mo Sheng tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, “Meskipun orang Amerika sombong, kemurahan hati mereka masih berbanding lurus dengan perawakan mereka. Suatu hari, dia tiba-tiba mengeluarkan Four Treasures of the Study (untuk kaligrafi), yang aku tidak tahu di mana dia mendapatkannya, dan meminta aku untuk menulis beberapa karakter Cina,  dia mengatakan ingin menggantungnya di ruang tamu. “

“Wow, benar-benar?”

“Ah Sheng, Apa tulisan kamu cukup bagus?”

“Ha, aku memamerkan keahlian Zheng Ban Qiao ku yang unik  itu dengan terlebih dahulu menuangkan semua tinta pada kertas menulis halus. Lalu aku pura-pura melakukan ini dan itu untuk waktu yang lama, sehingga orang-orang Amerika berdecak takjub. Jujur saja, jika kata-kata itu tidak ditulis oleh aku, aku pasti tidak akan tahu itu. “

“Apa yang kau tulis?”

“Kau barbar!”

“Ack!” Seorang rekan tertawa begitu keras dan meludahkan teh.

Di tengah tawa keras, seseorang berteriak: “Ah Sheng, seseorang mencari kamu.”

Mo Sheng berbalik, dan Hua Xian Zi (bunga peri), juga dikenal sebagai – peri romantis (drama queen, kali yaa red) dan gossiper, berjalan. “Di ruang resepsionist, ada seseorang yang sangat tampan, sangat cool dan sangat maskulin. Orang itu jelas terlihat seperti elit perkotaan muda yang berbakat dan punya karir profesional yang sukses. Ah Sheng, kamu baru saja kembali dari luar negeri tapi sudah bertemu dengan stok berkualitas bagus. Tak perlu disembunyikanlah bakat itu. “

Jika kata-kata Hua Xian Zi dapat dipercaya, babi juga terbang di langit. Biasanya, kata-katanya harus diambil lebih rendah dari nilai mereka, tidak, lebih seperti setengah dari nilai mereka.

Mo Sheng sangat penasaran, ia baru saja kembali ke rumah hampir tidak pernah bertemu siapa pun, siapa yang mencarinya?

Ia tidak pernah berpikir akan orang itu!

Pria tampan yang berdiri di dekat jendela di ruang resepsionis dengan punggung menghadap padanya ternyata He Yi Chen. Ketika Yi Chen mendengar pintu terbuka, Yi Chen berbalik, menatapnya dengan mata dingin, benar-benar tidak peduli dan tanpa emosi.

Akhirnya, Hua Xian Zi tidak membesar-besarkan. Memang, Yi Chen luar biasa tampan dan sangat mengesankan. Setelan yang pas bodi menonjolkan sosoknya yang tinggi dan tegap. Yi Chen tampak seperti sebelumnya, penuh percaya diri, tenang dan dapat menguasai diri, tetapi juga membawa sikap acuh tak acuh yang membuat orang tidak nyaman.

Ia benar-benar tidak dapat berkata apapun.

Sebaliknya, Yi Chen tampak cool dan tenang, menganggukkan kepala untuk menyambutnya. “Miss Zhao.”

Miss Zhao?

Mo Sheng benar-benar ingin tersenyum, tapi itu terlalu sulit. “He …… Mr.”

Menunjuk ke kursi, Mo Sheng mengatakan: “Silakan duduk.”

Ia mengambil  teh dan menunduk untuk menyembunyikan ekspresinya. Ia tidak bisa terlihat acuh tak acuh seperti Yi Chen sehingga ia hanya bisa menyembunyikan emosinya. “Apa yang kamu ingin minum?”

“Terima kasih, tidak perlu.” Mata Yi Chen dingin. “Setelah saya mengatakan beberapa patah kata, saya akan segera pergi.”

“Oh, kau datang menemui aku …… bagaimana kamu tahu aku di sini?”

Yi Chen berhenti selama lima detik sebelum berbicara. “Xiao Xiao. saya pengacaranya.”

“Ada masalah apa?”

Nada suara Yi Chen dingin. “Miss Zhao datang ke firma hukum saya tiga hari yang lalu dan mengatakan Anda akan kembali, tapi setelah beberapa lama Anda masih belum juga datang. Saya tidak punya pilihan selain datang ke sini sendiri untuk balas mengunjungi Anda “

Mo Sheng terkejut, mengangkat kepalanya dan menatap mata Yi Chen yang penuh cahaya. “Bagaimana kamu tahu ……” Ia tidak memberitahu namanya jadi bagaimana Yi Chen tahu ia adalah orang yang mengembalikan dompetnya?

“Miss Zhao, saya bisa berdebat seperti orang normal.” Kata Yi Chen mengejek.

Mungkin mereka yang pengacara juga memiliki ‘kemampuan untuk berdebat seperti orang normal’. Mo Sheng menatap dinding. “Aku datang untuk mengembalikan dompet. Karena kamu sudah menerimanya, kamu tidak perlu ke sini. “

Mata He Yi Chen berkilat. “Selain mengembalikan dompet, tidak ada hal lain?”

Hal yang lain apa? Mo Sheng bingung. “Tidak ada apa-apa lagi.”

“Baiklah.” Tampak ada jejak kekecewaan di mata Yi Chen. Yi Chen berjalan dan berdiri di depannya. “Tapi saya punya suatu hal.”

Yi Chen mengambil dompet hitam dan meletakkannya di depannya. “Di dalam dompet, seharusnya ada foto. Miss Zhao, apakah Anda tahu sesuatu tentang itu?”

Tentu saja. Mo Sheng menunduk. “Benarkah? Aku tidak melihatnya. “

“Oh? Di dalam dompet tidak ada apa-apa selain uang. Dengan demikian, bagaimana Miss Zhao tahu itu dompet saya? “

Mo Sheng kaget dan tidak bisa menjawab. Ia hampir lupa Yi Chen adalah seorang pengacara, seseorang yang sangat jago mencari celah di kata-kata orang lain. Ingin menipu Yi Chen, akan lebih baik untuk menyadari kemampuan diri sendiri terlebih dahulu.

Yi Chen setengah bangkit dari kursinya. “Miss Zhao, dapatkah anda mengembalikan foto itu kepada saya?”

Tiba-tiba, Mo Sheng merasa bingung. Apa maksudnya? Di satu sisi, Yi Chen menampakkan sisi ‘Anda orang asing’, namun di sisi lain meminta fotonya.

“Orang dalam foto itu adalah aku jadi mengapa aku harus memberikannya kepadamu?”

“Miss Zhao, saya menyarankan Anda untuk tidak membicarakan legalitas kepemilikan dengan pengacara.” Kata Yi Chen dingin.

Mo Sheng berkecil hati karena ia tidak akrab dengan Yi Chen seperti ini dan tidak mampu menghadapinya. “Foto itu tidak ada di sini.”

“Berikan kepada saya besok.”

“Besok, aku ada ……”

“Miss Zhao!” He Yi Chen menyela, “Saya pikir kita berdua tidak ingin terlalu terlibat satu sama lain, mari kita mengakhiri ini dengan cepat.”

Akhiri ini dengan cepat? Mo Sheng terdiam cukup lama, “Apa yang kamu inginkan dari foto itu?”

“Siapa yang tahu?” Tatapan Yi Chen gelap, “Mungkin saya ingin terus memilikinya, agar terus mengingatkan saya tentang bagian dari masa lalu saya yang bodoh.”

Bodoh …… ya ah, begitu bodoh! Ia bahkan memiliki beberapa harapan.

He Yi Chen langsung membuat keputusan. “Saya akan datang untuk mengambilnya besok. Jika Anda tidak punya waktu, Anda dapat meminta seseorang untuk memberikannya kepada saya. Selamat tinggal, Miss Zhao. “

Yi Chen berjalan ke depan untuk pergi. Ketika tangannya memegang gagang pintu, Yi Chen mendengar Mo Sheng mengatakan dari belakang: “Tunggu ….. Besok, aku akan mengantarnya”

“Baik.” Yi Chen berbalik dengan tatapan kosong. “Terima kasih atas kerja sama Anda, sampai ketemu besok.”

Mo Sheng, dalam keadaan linglung, melihat bagian belakang sosok tinggi dan tegap, berjalan pergi. Bukan berarti ia tidak berpikir akan seperti apa jika mereka bertemu lagi suatu hari, tapi ia tidak berharap mereka bahkan tidak dapat dengan senang untuk mengatakan “Lama tak bertemu.”


Benar-benar, masa lalu yang bodoh ah?

Mo Sheng berdiri di depan cermin kamar tidur dan melihat dekat-dekat pada wanita yang menatapnya di cermin.

Jika rambut pendek berubah menjadi rambut panjang diikat ekor kuda. Jika kulit kecokelatan menjadi lebih putih. Jika ia masih bisa tersenyum cemerlang tanpa khawatir …… yang paling penting, jika mata bisa menghilangkan lebih dari tujuh tahun kepedihan yang dalam dan diisi dengan kepolosan – maka dia bisa menjadi Zhao Mo Sheng yang dulu pada masa kuliah dan bertemu He Yi Chen .

“He Yi Chen, He Yi Chen ……”

“He Yi Chen, He Yi Chen ……”

Ia tidak begitu jelas bagaimana ia berhasil mengejar Yi Chen. Yi Chen bahkan lebih tidak mampu memikirkan alasannya. Saat itu, ia hanya mengejar Yi Chen terus menerus. Akhirnya satu waktu, Yi Chen tidak tahan lagi dan dengan wajah datar, bertanya: “Zhao Mo Sheng, mengapa kamu selalu mengikutiku?”

Jika sekarang, ia mungkin akan malu sampai tidak dapat menampakkan wajahnya! Namun, saat itu, ia tak tahu malu jadi ia buka matanya lebar-lebar dan bertanya: “Yi Chen, kau bodoh atau aku yang bodoh? Aiya, kau begitu pintar, aku harusnya yang bodoh lah . Bagaimana aku bisa segagal itu? Aku mengejar untuk waktu yang lama, namun dia masih tidak tahu apa yang kulakukan! “

Ia teringat Yi Chen kaget dan terdiam untuk waktu yang lama. Kemudian hari, ketika Yi Chen ingat tentang hal ini, Yi Chen tertawa dan juga dengan marah mengatakan bahwa Yi Chen ingin menggunakan nada pertanyaan untuk membuatnya merasa malu. Tapi siapa yang bisa meramalkan di dunia ini, akan ada seorang gadis kecil yang tak tahu malu, pada akhirnya Yi Chen yang malu.

Dengan demikian, siswa yang luar biasa pada waktu itu di Fakultas Hukum, bereaksi perlahan, tiba-tiba hanya berkata gagap: “Aku tidak berniat untuk menemukan pacar di universitas”.

Pada saat itu, ia terlalu lugu karena ia tidak menyadari bahwa itu hanya alasan sehingga dengan semangat berkata: “Lalu aku akan antri sekarang dan menunggu kamu lulus dari universitas. Aku akan diberikan prioritas, kan? “

Menghadapi lawan keras kepala, calon pengacara dan juga pendebat terbaik menyerah. Yi Chen segera melarikan diri setelah mengatakan keras-keras: “Aku harus pergi ke kelas”

Ia jelas tidak berkecil hati dengan ini. Sebelum ia bisa memikirkan rencana yang lebih baik, ia tiba-tiba mendengar seseorang di universitas mengatakan: “Aku dengar He Yi Chen dari Fakultas Hukum sudah memiliki pacar bernama Zhao Mo Sheng, yang ngomong sudah banyak.”

Setelah mendengar itu, ia langsung berlari ke kelas self-study, menemui Yi Chen dan buru-buru mengklarifikasi: “Aku tidak memulai gosip itu. Kamu harus percaya padaku. “

Yi Chen mendongak dari bukunya, dengan ekspresi yang cerah, berkata: “Aku tahu”.

Ia dengan bodoh bertanya: “Bagaimana kamu tahu?”

Yi Chen menjawab dengan ekspresi tenang: “Karena aku orang yang memulainya.”

Sekarang giliran dia yang tertegun. Yi Chen dengan tenang menjelaskan: “Aku telah memikirkan tentang hal itu. Jika tiga tahun kemudian, kamu ditakdirkan untuk menjadi pacarku, maka lebih baik aku gunakan hakku lebih awal. “

Oh! Waktu itu ah!

Mulut orang yang di cermin naik sedikit, tapi senyum itu tidak mencapai matanya sebelum dengan cepat menghilang.

Mo Sheng berjalan ke balkon, pikirannya kacau. Melihat bulan dan bintang yang terang benderang, besok harusnya menjadi hari yang baik.

9 responses to “silent separation chapter 1.2 (Indonesian)

  1. baru kelar baca, hehe..
    kenapa ga make kata ‘aku’? pendekatannya ‘aku’ kan jadi lebih enak, hehe.. dan iyaa enakan baca yang ini, hanya beberapa kalimat emang masih ‘kaku’, hanya cukup dimengerti kok..

    “The mouth of the person in the mirror curved up slightly, but the smile had not reached her eyes before it quickly disappeared.”
    — mulut sosok yang ada dalam cermin tersebut sedikit dinaikkan ke atas, tetapi senyum palsu itu kemudian hilang dengan cepat–
    karena kadang Peanuts or mungkin penulis aslinya make bahasa perumpamaan.. menurut gue.. eh kita ngobrol di email ajah deh.. ga enak disini soal beginian.. hehe..

    tapi overall gue menikmati bacanya dan dah gue share ke temen2 gue.. fighting!🙂

    • my bad, sorry, jadi lo mau bedain : aku dan saya, formal – informal ya? maap2.. gue nggak ngeh.. hehe..

    • makaciii… maksud kamu yg Yi Chen pake saya dan anda ya. itu sengaja karena memang Yi Chen itu memposisikan dirinya bicara sm Mo Sheng dengan sopan. seperti baru kenal atau org asing. ada beberapa ungkapan yg musti brainstorming nih bahasa Indonesianya. gtalk ada gak? alamat email sesuai blog ya?

  2. yes, yg di email wordpress gue yah cin..
    iyaa, gue kadang kl kebingungan artinya gue suka nyari di gugel lagi maksudnya gmn, soalnya idiom2 english tuh kadang berbeda dengan idiom2 bahasa..

    iya gue baru ngeh pas baca lagi, soalnya tadi baca sambil ngerjain tugas kantor, hehe..

    • yg di WordPress yg mana, blog mu yg kebuka yg di blogspot. gtalk aja piye? idiomnya bukan inggris ini. idiom cina jadi kadang ga ngerti maksudnya. anggur asam apa maksudnya? lg translate chapter 2. kadang stuck.

  3. ga, maksud gue idiom yg dipake peanuts, jadi peanuts juga kalo menurut gue suka pake idiom english untuk mengganti idiom mandarin..tp coba tanyakan ke peanuts deh, mungkin dia lebih tahu.

    email gue : yuifee@yahoo.com🙂

    wah semangat, temen gue juga lagi baca translatan lo neh katanya.. pada suka.. dan sebagai fans SS gue juga seneng, hehe

    • alloo, Yui. thanks. ntar gue email klu ada kesulitan. translation nya agak telat, soale kemarin gw jatuh. dan butuh home rest beberapa saat. jadinya blm tune in banget. gw usahain sebelum drama mulai udah kelar. soale klu udah mulai ga konsen lagi. qeqeqe. …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s